Kamis, 26 Januari 2012

Set Me Free

 Tutuplah pintu hati itu
Seperti sebelum kau membukanya
Lenyapkanlah rasa ini
Seperti sebelum kehadiranmu dalam hidupku
Aku tak tahan lagi…
Hanya hidup dibalik bayang-bayang kemusnahan yang menghantuiku
Kisah kita seakan nyata namun sebenarnya semu
Hanya sebatas lembar-lembar takdir yang kau susun
Apakah kamu tidak ingat…
Alasanku menerimamu masuk dalam rangkaian kisahku
Hanya untuk menyelamatkanku dari takdirku yang menyedihkan
Saat ini…
Kisah kita sama menyedihnya dengan takdir kematianku yang kau tunda
Jika memang kau memiliki diriku seutuhnya ditanganmu…
Kumohon lepaskanlah aku…
Biarkanlah aku kembali dalam takdir yang disusun tuhan
Aku tak akan mampu  lagi hidup berlumuran darah bersamamu…
Cintaku telah pupus sudah…
Biarkanlah takdir kematian tetap menghampiriku
Biarkanlah kutukanku lenyap…
Bahagiakanlah diriku…
Kembalikan diriku menjadi manusia suci…
Wahai kasihku…

Death Fire


Aku membuka langit malam
Membiarkan bintang berjatuhan
Melenyapkan Sinar rembulan
Hanya untuk melihatmu….
Berjalan diatas bara api
Dinaungi kegelapan tak tertembus
Menari-nari di atas kematian
Hanya untuk mendapatkanmu….
Kau yang menyalakan api kisah asmara kita
Menjadi api yang sangat berbahaya
Menjadikan kita terbakar didalamnya
Hingga tidak ada yang tersisa…
Akankah kita semakin dekat dengan akhir kisah…
Kutukan yang kita abaikan…
Kematian yang kita permainkan…
Tidak akan kubiarkan…
Kita tidak akan mati hari ini
Mari membuat kematian menjemput di hari lainnnya
Ini bukan waktu kita untuk pergi…






Jumat, 20 Januari 2012

Shadows....


Bayang
Tidaklah tampak  lagi bayang hitam itu
Jauh sangat dari jiwaku, sukmamu
Yang telah habis berbekas diseluruh ragaku
Dengan angan kosong yang menguburku
Dalam gugur-gugur duri mawar
Aku meringkuk disudut pintu neraka
Bersimbah air jiwa yang membutakanku
Menantimu untuk kembali menghanyutkanku
Menghanyutkan hingga aku tenggelam karenamu
Mata yang buta disetiap tatapanmu
Raga yang membeku karena kehadiranmu
Jantung yang berhenti disetiap sentuhanmu
Namun kini kematianmu dekat denganku
Sisa jiwamu tetinggal diujung bibirku
Semerbak kelamnya kegelapan menemani kita
Bayangmu yang selalu kunanti kini telah pupus
Matilah kau dalam mimpi ini...
Bayang-bayangan malam…

By: E.R




Red Soul...


Rintik-rintik kecil air hujan
Membentuk simfoni indah
Menemani malam kita
Anggur merah yang kau sajikan
Mawar-mawar merah yang kurangkai untukmu
Sinar lilin-lilin kecil yang menerangi kita
Sungguh malam indah penuh misteri
Hawa dingin hujan membuat kita hangat
Gaun putih satin yang membalut pahatan tubuhku
Melayang-layang saat aku menari bersamamu
Hembusan napasmu seperti angin sepoi-sepoi
Membelaiku dengan damai
Aku tak tahan untuk tak mencintaimu
Dunia punya banyak lelaki
Tetapi hanya kau seutuhnya yang kuhasratkan
Aku mabuk akan semua hal tentangmu
Walau sepertinya kau menikmati hal itu
Kau merenggutku masuk dalam permainan penuh kutukan
Kau  rasakan jiwa serta setiap sudut ragaku
Membuat aku bermain didalam kegelapan tak tertembus
Denyut nadiku berhenti
Seperti detak jantungmu yang telah lama mati
Kau bahagia merasakan tetes-tetes merah jiwaku
Yang selalu memberikan noda diwajahmu
Aku selalu merasakan takut setiap kau mengginginkan cairan jiwaku
Namun tak sebanding dengan ketakutan saat aku harus kehilanganmu
Saat tubuhmu menyelimuti sepenuhnya kulitku
Hawa dingin es yang menusuk hingga ke tulang belulangku
Sentuhan kecupanmu bibirmu yang lebih lembut dari sutra
Meninggalkan bekas merah jiwaku di bibirku sendiri
Rasanya semanis anggur yang kau sering sajikan
Kau memberikan kehangatan dibalik dinginnya kulitmu
Napasmu yang seakan memburuku
Tatapan matah merahmu yang seolah-olah menghisapku
Kau manfaatkan untuk membuatku semakin mabuk dalam untaian mantra manismu
Jiwaku dan ragaku kini telah bersatu dengan kehidupan terkutukmu
Kau menarikku makin dalam ke duniamu
Jiwa terkutukmu yang satu denganku
Kini kita berbalik bernafsu untuk saling menguasai
Kau tau malam-malamku tak akan  pernah serupa layaknya dahulu
Bersamamu kemudian
Bertahan hidup didunia fana berlumur darah
Bersamamu nanti
Membuat kisah baru...

By: E.R